PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Lanjutkan Kunjungan Kerja ke Tamansari, Ajak Pemuda Kuatkan Iman dan Jamiyyah

PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Lanjutkan Kunjungan Kerja ke Tamansari, Ajak Pemuda Kuatkan Iman dan Jamiyyah

Last Updated: 12 Oktober 2025By Daily Views: 2Total Views: 246


Tasikmalaya
– Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persatuan Islam (Persis) Kota Tasikmalaya melanjutkan rangkaian pembinaan dan kunjungan kerja ke Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Persis se-Kota Tasikmalaya. Kegiatan kali ini dilaksanakan di PC Tamansari pada Sabtu (11/10), bertempat di Masjid Al-Muhajirin, Ciwaas, Tamansari.

Program pembinaan ini merupakan bagian dari agenda rutin PD Pemuda Persis yang sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa cabang, di antaranya PC Cihideung, Cipedes, Bungursari, Mangkubumi, dan Indihiang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat konsolidasi jamiyyah, mempererat silaturahmi, serta meneguhkan semangat dakwah dan kepemudaan di lingkungan Persis.

Ketua PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya, Nashrul Hidayatuloh, dalam tausīqul jamā‘iyyah-nya menyampaikan pesan penting tentang tanda-tanda akhir zaman dan bagaimana peran pemuda menjadi sangat sentral dalam menghadapinya. Ia mengutip sabda Rasulullah ﷺ:

“Hampir-hampir umat-umat lain memperebutkan kalian sebagaimana orang-orang makan berebut makanan di piring.” Para sahabat bertanya, “Apakah karena kami sedikit, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan kalian banyak, tetapi seperti buih di lautan.” (HR. Abu Dawud)

BACA JUGA: PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Kunjungi PC Indihiang, Bahas Pengkaderan dan Stabilitas Organisasi

Menurut Nashrul, hadits ini menggambarkan kondisi umat Islam masa kini—jumlahnya besar namun kehilangan kekuatan spiritual dan moral. “Banyak kaum Muslimin, tapi seperti buih di lautan—banyak namun tidak berpengaruh, karena kita meninggalkan ibadah, menjauh dari Al-Qur’an, dan meremehkan ulama,” ujarnya.

Beliau menjelaskan bahwa tanda lemahnya umat tampak dari empat hal utama: meninggalkan ibadah yang menjadi tiang kehidupan, menjauh dari Al-Qur’an yang seharusnya menjadi pedoman, mengabaikan peran ulama sebagai pewaris para nabi, dan munculnya generasi yang lemah sebagaimana peringatan Allah dalam Surah An-Nisā ayat 9:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (keadaan) mereka.”

“Generasi lemah bukan hanya dalam fisik, tapi juga dalam iman, ilmu, dan akhlak. Maka tugas kita sebagai Pemuda Persis adalah melahirkan generasi yang kuat aqidahnya, kokoh ibadahnya, dan berpegang teguh pada jamiyyah,” tegas Nashrul.

PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Lanjutkan Kunjungan Kerja ke Tamansari, Ajak Pemuda Kuatkan Iman dan Jamiyyah

Dalam kesempatan itu, Nashrul juga mengingatkan kembali hadits Rasulullah ﷺ tentang tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat, di mana sebagian besar di antaranya berkaitan langsung dengan pemuda.

BACA JUGA: Mengokohkan Kader dan Gerakan, PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Lakukan Pembinaan ke PC Cipedes

Ia menuturkan, bahwa Rasulullah menyebut tujuh golongan yang akan dinaungi Allah di hari yang tiada naungan selain naungan-Nya: pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, orang yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, lelaki yang diajak berzina namun menolak karena takut kepada Allah, orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan tangan kanannya, dan orang yang mengingat Allah dalam kesendirian hingga meneteskan air mata.

Menurutnya, seluruh karakter dalam hadits tersebut adalah cerminan ideal bagi para pemuda Islam. “Pemimpin yang adil menunjukkan tanggung jawab sosial; pemuda yang tumbuh dalam ibadah menandakan kekuatan spiritual; hati yang terpaut dengan masjid mencerminkan keterikatan dengan jamaah; saling mencintai karena Allah melahirkan ukhuwah; menolak maksiat menunjukkan keteguhan moral; bersedekah diam-diam melatih keikhlasan; dan menangis karena Allah menandakan kedalaman hati yang hidup. Semua karakter itu harus menjadi ruh perjuangan Pemuda Persis,” ujarnya menegaskan.

Kegiatan ditutup dengan dialog antara pengurus PD—dalam hal ini Bidang Kejamiyyahan—dan PC seputar strategi pembinaan kaderisasi di tingkat cabang, sebagai bentuk tindak lanjut pembinaan dan penguatan jaringan jamiyyah di wilayah Kota Tasikmalaya.

Bagikan Informasi ini ke Platform Anda!

Leave A Comment