PW IPP Jawa Barat Gelar Sosialisasi Kurikulum Pendidikan di Tasikmalaya
LAPORAN: Fawaz Raul Al Rusyid (Sekretaris PD IPP Jawa Barat)
Tasikmalaya — Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Persis (IPP) Jawa Barat melalui Bidang Pendidikan dan Dakwah menggelar kegiatan Sosialisasi Kurikulum Pendidikan pada Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Persis Center, Kota Tasikmalaya.
Kegiatan sosialisasi ini dibuka dengan sambutan dari para ketua Pimpinan Daerah (PD) IPP yang hadir, yakni PD IPP Kota Tasikmalaya, PD IPP Kabupaten Tasikmalaya, serta PD IPP Ciamis–Banjar. Dalam sambutannya, para ketua PD menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta berharap sosialisasi kurikulum dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi di tingkat daerah, khususnya terkait penentuan arah metodologi dan jenis kajian yang tepat bagi kader.
Sebanyak kurang lebih 20 kader dari berbagai PD IPP di Jawa Barat mengikuti kegiatan tersebut. Sosialisasi kurikulum ini merupakan bagian dari program kerja Bidang Pendidikan dan Dakwah PW IPP Jawa Barat yang bertujuan menyusun dan menyelaraskan kurikulum kajian agar sesuai dengan karakter serta kebutuhan masing-masing daerah, tanpa menghilangkan kekhasan dan ciri khas setiap PD.
Dalam pemaparannya, PW IPP Jawa Barat merekomendasikan sejumlah buku dan rujukan untuk berbagai kategori kajian yang umum dilaksanakan di tingkat daerah, seperti kajian turats, filsafat, serta kajian tematik lainnya. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi PD dalam menyusun kajian yang lebih terstruktur, sistematis, dan berkesinambungan.
Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh anggota Bidang Pendidikan dan Dakwah PW IPP Jawa Barat, Muhammad Rakha Aly Faza. Ia menegaskan bahwa kurikulum ini dirancang untuk membantu PD memiliki arah yang jelas dalam pembinaan kader, baik dari sisi metodologi maupun substansi kajian.
Selain membahas kurikulum pendidikan, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan literasi, khususnya literasi digital, sebagai penunjang keberlangsungan pendidikan dan dakwah IPP. Dalam pemaparan materi disampaikan bahwa kader diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sebagai sarana pengembangan keilmuan, bukan justru menjadi pihak yang dikendalikan oleh teknologi.
PW IPP Jawa Barat menilai penguatan literasi digital sebagai kebutuhan mendesak agar kader mampu memahami perkembangan zaman, bersikap kritis terhadap arus informasi, serta memanfaatkannya untuk kepentingan dakwah dan pendidikan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, PW IPP Jawa Barat berharap dapat melahirkan kader dengan karakter Ar-Rāsikhūna fī al-‘Ilmi, yakni kader yang kritis, ilmiah, dan responsif terhadap dinamika zaman, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai keilmuan dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan utama bagi Pimpinan Daerah dalam menyelenggarakan kajian kaderisasi yang terarah, relevan, dan berkelanjutan di lingkungan IPP Jawa Barat.

