MUSTA Ke-3 RG dan UG MAID Daarunnahlah: Regenerasi Kepemimpinan Santri Berjiwa Dakwah

Last Updated: 5 September 2025By Daily Views: 5Total Views: 778

 

Tasikmalaya — Setelah tiga tahun berdiri sejak 2022, Madrasah Aliyah Ilmu Dakwah (MAID) Daarunnahlah yang bercorak Pesantren Persis kembali menorehkan sejarah penting. Dua organisasi internalnya, Rijalul Ghad (RG) dan Ummahatul Ghad (UG), sukses menyelenggarakan Musyawarah Anggota (MUSTA) ke-3 pada Kamis (4/9/2025) di Pesantren Persatuan Islam 309 Daarunnahlah.

MUSTA ini menjadi ajang regenerasi kepemimpinan setelah satu periode (2023–2024) dipimpin oleh Fazli Muttaqi (Ketua RG) dan Kayla Hilya Mafaza (Ketua UG). Mengusung tema “Meneruskan Estafet Amanah: Regenerasi Ketua RG & UG yang Berjiwa Dakwah, Berfikir Kritis, Bertindak Kreatif”, kegiatan ini diikuti oleh 18 anggota RG dan 22 anggota UG dari kelas 10–12, serta turut dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Mudir’am PPI 309 Daarunnahlah, Mudir MAID Daarunnahlah, Ketua PJ Persis Gunung Tanjung, Ketua RT 03 Gunung Tanjung, Ketua Himpunan Alumni Madrasah Islamiyyah Daarunnahlah (HAMIDAH), dan perwakilan Ketua PD IPP Kota Tasikmalaya.

Dalam laporan Ketua Pelaksana, Fawaz Raul Al Rusyid menjelaskan bahwa tema MUSTA kali ini lahir dari kesadaran pentingnya melahirkan pemimpin santri yang berjiwa dakwah, kritis membaca zaman, dan kreatif menghadapi tantangan. Acara juga dimeriahkan dengan pentas seni serta pemaparan visi-misi calon ketua.

Fazli Muttaqi dalam sambutannya menegaskan bahwa MUSTA adalah refleksi atas perjalanan setahun terakhir yang penuh perubahan. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus atas dedikasi luar biasa dan menekankan bahwa pengalaman di RG adalah modal berharga untuk masa depan. Sementara itu, Kayla Hilya Mafaza mengingatkan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang berat dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. “MUSTA bukanlah akhir perjuangan, tetapi bagian dari estafet kepemimpinan,” pesannya.

Mudir MAID Daarunnahlah, Ustadz Permana Shiddiq, S.Pd.I, menegaskan bahwa RG dan UG adalah ruang aktualisasi potensi santri. “Kadang ada santri yang kurang maksimal di kelas, tapi sangat menonjol di organisasi. RG dan UG adalah wadah yang tepat untuk itu,” ujarnya. Sedangkan Mudir’am PPI 309 Daarunnahlah, Ustadz Saefurrahman Syam, berpesan agar para kader tetap berjuang meski dalam keterbatasan. “Karena sebaik-baiknya orang adalah yang terus berjuang, walaupun dalam kondisi terbatas,” tegasnya.

Setelah pembukaan, sidang MUSTA dilaksanakan di dua tempat berbeda: RG di Lapangan Badminton dan UG di ruang kelas. Hasil sidang memutuskan Rifa Nida Ulhaw sebagai Ketua UG Masa Jihad 2025–2026 dan Rendi Sawaludin Al Farizi sebagai Ketua RG Masa Jihad 2025–2026.

Menutup rangkaian acara, Ustadz Permana Shiddiq memberikan taujih bahwa kepemimpinan adalah takdir Allah yang harus diterima dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dengan terpilihnya Rifa dan Rendi, resmi pula berakhir masa kepemimpinan Fazli Muttaqi dan Kayla Hilya Mafaza.

MUSTA ke-3 ini menjadi tonggak penting dalam regenerasi kader dakwah di lingkungan MAID Daarunnahlah. Acara ditutup dengan doa bersama, penuh harapan agar kepemimpinan baru dapat melanjutkan estafet perjuangan dengan amanah, keikhlasan, dan kreativitas.

Reporter: Fawaz Raul Al Rusyid
(Santri MAID Daarunnahlah)

Bagikan Informasi ini ke Platform Anda!

Leave A Comment