Wamendikdasmen: Persis Pelopor Pendidikan Islam Modern Sejak Era Mohammad Natsir
Tasikmalaya – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa Persatuan Islam (Persis) memiliki peran penting dalam sejarah pendidikan di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri kegiatan Dialog Pendidikan dan Peresmian Gedung SMP Persis Gandok, Bungursari, Sabtu (27/09).
Prof. Atip menuturkan, Persis merupakan salah satu pelopor pendidikan Islam modern di tanah air. Pada tahun 1932, Ketua Umum Persis kedua, Mohammad Natsir, mendirikan Pendis (Pendidikan Islam) di Bandung. Lembaga ini lahir dari gagasan besar untuk mengintegrasikan pendidikan agama di sekolah umum, yang pada masa itu belum banyak dilakukan.
“Disebut Pendis karena Persis berhasil memasukkan pelajaran agama ke sekolah umum. Inilah langkah awal modernisasi pendidikan Islam di negeri ini,” jelas Prof. Atip.
Tak berhenti di situ, pada tahun 1936 Persis mendirikan Pesantren Pajagalan di Bandung. Pesantren ini menjadi salah satu pesantren modern pertama di Indonesia karena selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, juga memasukkan pelajaran umum ke dalam kurikulumnya.
“Di Pesantren Pajagalan diajarkan matematika, ilmu hayat, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahkan musik. Sesuatu yang kala itu belum lazim di pesantren tradisional,” jelasnya
Menurutnya, langkah Persis pada dekade 1930-an tersebut menandai perubahan besar dalam sistem pendidikan Islam di Indonesia. Integrasi ilmu agama dan ilmu umum menjadi ciri khas yang terus berkembang hingga sekarang.
“Makanya di Persis, musik tidak dianggap haram. Karena musik adalah bagian dari kehidupan dan pendidikan, sebagaimana ilmu-ilmu lainnya,” tambahnya.
Dengan mengulas sejarah ini, Prof. Atip menekankan bahwa Persis sejak awal telah meletakkan fondasi pendidikan Islam yang terbuka, modern, dan relevan dengan perkembangan zaman. Warisan ini, menurutnya, harus terus dijaga dan dikembangkan oleh generasi muda Persis di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: Bersama Wamendikdasmen, LAZ Persis Salurkan Beasiswa Arruhama di SMP Persis Gandok

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan turut berbagi kisah pribadinya dengan Persis. Ia mengenang masa kecilnya yang tak lepas dari lingkungan sekolah Persis, termasuk interaksi dengan guru dan sahabat yang hingga kini masih terjalin. Viman menegaskan bahwa Persis telah memberi kontribusi besar bagi pendidikan di Tasikmalaya, baik melalui sekolah, pesantren, maupun penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Saya tumbuh dengan banyak kisah bersama teman-teman saya yang bersekolah di Persis. Kenangan masa kecil itu membekas hingga kini, Insya Allah ke depannya kita jalin silaturahmi.” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah dengan lembaga pendidikan Islam untuk mewujudkan program unggulan Kota Tasikmalaya, yaitu Tasik Pintar dan Tasik Religius. Ia berharap pembangunan sarana pendidikan seperti SMP Persis Gandok menjadi bagian dari bingkai besar pembangunan pendidikan di kota santri ini.

