Asep Awaludin Bawa Teknologi Global ke Masa Depan Kopi Indonesia
Transformasi kopi Indonesia memasuki babak baru. Bukan hanya soal cita rasa dan kualitas, tetapi juga bagaimana teknologi dapat memastikan setiap biji kopi memiliki identitas dan perjalanan yang dapat ditelusuri dari kebun hingga pasar global.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan Asep Awaludin, PhD, dalam Seminar Internasional Kopi Kerinci 2026. Asep merupakan praktisi teknologi dan techno-agripreneur yang terlibat dalam pengembangan QThink-X, platform traceability yang mendukung pencatatan rantai pasok kopi secara digital, termasuk data petani, kebun, proses pascapanen hingga distribusi.

Menariknya, Asep bukan berasal dari dunia kopi. Asep, putra Desa Linggawangi, Kabupaten Tasikmalaya, menempuh pendidikan PhD Computer Engineering di Pusan National University, Korea Selatan, dengan keahlian pada cryptographic engineering, information security, high-performance computing, dan blockchain. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan Physics Instrumentation di Universitas Indonesia.
Asep kini membawa pengalaman teknologinya ke sektor agrikultur. Menurut Asep, digitalisasi harus memberikan manfaat nyata bagi petani, termasuk memperkuat transparansi rantai pasok dan membuka peluang agar komoditas Indonesia memiliki posisi lebih kuat di pasar internasional.
Asep menempuh perjalanan dari Linggawangi, Tasikmalaya, menuju pusat riset teknologi di Korea Selatan dan kemudian kembali mengembangkan solusi untuk sektor pertanian Indonesia. Perjalanan tersebut menggambarkan bagaimana talenta muda Jawa Barat dapat menghubungkan pengetahuan global dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Di tengah tuntutan perdagangan dunia terhadap traceability, sustainability, dan transparansi, teknologi seperti QThink-X membuka peluang baru: kopi Indonesia bukan hanya dapat dikenal karena rasanya, tetapi juga karena cerita, data, dan identitas yang menyertainya.

