PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Kunjungi PC Indihiang, Bahas Pengkaderan dan Stabilitas Organisasi
Tasikmalaya – Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persis Kota Tasikmalaya kembali melanjutkan program kejamiyyahan dengan melakukan kunjungan ke Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Persis Indihiang pada Kamis (2/10/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi PD Pemuda ke berbagai cabang setelah sebelumnya menyambangi PC Cihideung, Cipedes, Mangkubumi, dan Bungursari.
Ketua Bidang Kejamiyyahan PD Pemuda, Lhutvi Basyori, menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan adalah untuk menengok kondisi cabang, memonitor kegiatan yang sedang berjalan, sekaligus membuka ruang dialog jika ada masukan atau keluhan dari kader PC.
BACA JUGA: PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Jalin Silaturahmi dengan Wakil Wali Kota
Dalam forum kali ini, sejumlah pertanyaan muncul, di antaranya mengenai mekanisme pembentukan pimpinan jamaah (PJ), kendala ketidakaktifan sebagian tasykil, hingga aspirasi agar PD Pemuda menyediakan jaringan beasiswa perguruan tinggi khusus bagi kader. Kader PC Indihiang juga sempat menanyakan tindak lanjut dari hasil kunjungan PD Pemuda bersama Wakil Wali Kota Tasikmalaya beberapa waktu lalu.
Lhutvi menegaskan, sebagai tindak lanjut dari serangkaian kunjungan ini, PD menargetkan pada Januari mendatang akan digelar upgrading kader Pemuda se-Kota Tasikmalaya. Agenda besar ini, menurutnya, akan dikoordinasi langsung oleh poros internal PD Pemuda agar seluruh cabang dapat mempersiapkan kader terbaiknya.

Sementara itu, Ketua PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya, Nashrul Hidayatuloh, dalam tausiqul jam’iyyah membuka penyampaiannya dengan pertanyaan reflektif.
“Kenapa harus mau aktif di Pemuda Persis, padahal ada aktivitas lain yang mungkin lebih bermanfaat dan menghasilkan? Jawabannya adalah karena ini jalan al-jama’ah, jalan yang selamat sebagaimana dituntunkan Nabi, dengan visi-misi Persatuan Islam: ar-ruju’ ila al-Qur’an wa as-Sunnah,” tegasnya.
Nashrul kemudian memaparkan lima amanat organisasi yang menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan jam’iyyah. Amanat tersebut meliputi kaderisasi, regenerasi, harmonisasi, delegasi, serta mitigasi jam’iyyah. Ia menjelaskan bahwa kaderisasi bertujuan memproduksi kader baru sekaligus menjaga kualitas kader yang ada. Regenerasi memastikan estafet kepemimpinan berjalan dengan baik, sementara harmonisasi dibutuhkan untuk menjaga sinergi antara kader, struktur, dan pejabat publik, termasuk dalam hal kesejahteraan kader.
BACA JUGA: Wamendikdasmen: Persis Pelopor Pendidikan Islam Modern Sejak Era Mohammad Natsir
Delegasi menuntut adanya kepercayaan untuk menugaskan kader dalam berbagai peran strategis, baik internal maupun eksternal. Sedangkan mitigasi jam’iyyah menekankan pentingnya membaca pola gerak sosial, budaya, dan ekonomi agar organisasi siap menghadapi tantangan ke depan.
“Kalau hari ini kader yang aktif hanya sedikit, bagaimana dengan masa depan? Di sinilah pentingnya membaca kondisi sosial, kultur, bahkan ekonomi. Kalau kader sudah mampu sampai tahap ini, maka jam’iyyah akan luar biasa,” jelas Nashrul.
Lebih lanjut, Nashrul menguraikan perlunya menjaga stabilitas organisasi melalui perencanaan yang jelas, kepemimpinan yang efektif, budaya organisasi yang positif, pengembangan sumber daya manusia, serta kemampuan beradaptasi dan berinovasi.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala agar organisasi tidak hanya reaktif, melainkan mampu membaca pola gerak sosial, budaya, dan ekonomi sebagai dasar dalam melangkah ke depan.
Kunjungan ke PC Indihiang ini menjadi bukti komitmen PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya untuk terus mendampingi cabang, memperkuat struktur organisasi, serta melahirkan kader militan yang siap menjadi penerus jam’iyyah Persis di masa mendatang.

