Madrasah Siyasah Jadi Ikhtiar Pemuda PERSIS Menjawab Tantangan Politik Kekinian
TASIKMALAYA, September 2026 — Dinamika kehidupan politik yang terus berkembang mendorong organisasi kepemudaan untuk menyiapkan ruang pendidikan yang dapat membekali generasi muda dengan wawasan dan pemahaman yang memadai. Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang digelarnya Madrasah Siyasah PD Pemuda PERSIS Kota Tasikmalaya.
Ketua PD Pemuda PERSIS Kota Tasikmalaya, Lhutvi Basyori, STrbns., MOS., mengatakan Madrasah Siyasah merupakan manifestasi tanggung jawab organisasi dalam merespons tantangan zaman.
“Madrasah Siyasah adalah manifestasi tanggung jawab PD Pemuda PERSIS Kota Tasikmalaya dalam menjawab tantangan zaman,” ujar Lhutvi.
Menurutnya, perkembangan politik membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mengikuti dinamika yang terjadi, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan untuk memahami berbagai persoalan politik secara lebih komprehensif.
Lihat juga: Menghadirkan Madrasah Siyasah
Karena itu, Madrasah Siyasah diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang dapat mempertemukan kader dengan berbagai wawasan mengenai kehidupan politik kekinian. Dari proses tersebut, kader diharapkan memiliki kemampuan untuk membaca perkembangan politik sekaligus memahami posisi dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat.
Lhutvi berharap proses pendidikan yang berlangsung melalui Madrasah Siyasah dapat melahirkan generasi muda yang mampu mengintegrasikan pengetahuan politik dengan nilai-nilai adab dan amanah.
“Harapannya, dari rahim madrasah ini lahir pemuda yang memahami dinamika politik kekinian, agar mampu mewujudkan cita-cita: Berpolitik dengan Ilmu, Bersikap dengan Adab, Berkhidmat dengan Amanah,” katanya.
Bukan Sekadar Memahami Politik
Bagi PD Pemuda PERSIS Kota Tasikmalaya, Madrasah Siyasah tidak semata-mata diarahkan untuk memperkenalkan istilah atau dinamika politik. Lebih jauh, program tersebut menjadi ruang untuk membangun pemahaman mengenai bagaimana seorang pemuda dapat mengambil peran dalam kehidupan publik dengan bekal ilmu dan sikap yang bertanggung jawab.
Lihat juga: Ajak Pemuda Jadi Kader Rabbani dan Motor Perubahan Umat
Gagasan “Berpolitik dengan Ilmu” menekankan pentingnya pengetahuan sebagai dasar dalam memahami persoalan. Sementara “Bersikap dengan Adab” menjadi penekanan pada etika dalam menjalankan peran di tengah masyarakat. Adapun “Berkhidmat dengan Amanah” mengarah pada tanggung jawab dalam menjalankan setiap peran yang dipercayakan.
Melalui tiga prinsip tersebut, Madrasah Siyasah diharapkan menjadi salah satu ruang kaderisasi yang memberikan bekal bagi pemuda untuk memahami persoalan politik sekaligus kehidupan sosial yang lebih luas.
Lhutvi menegaskan, tujuan akhirnya adalah agar keberadaan kader tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata.
“Sehingga betul-betul mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

