PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Tekankan Militansi dan Nilai QS At-Taubah dalam Pembinaan ke PC Bungursari
Tasikmalaya — Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persis Kota Tasikmalaya melalui Bidang Kejamiyyahan kembali melaksanakan agenda Pembinaan dan Kunjungan Kerja ke Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Persis Bungursari, Kamis malam (11/9/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB ini menjadi ruang silaturahmi, pembinaan ideologi, sekaligus forum berbagi kondisi cabang serta diskusi program ke depan.
Dalam tausiqul jam’iyyah, Ketua PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya, Nashrul Hidayatuloh, menegaskan bahwa penanaman keislaman dengan ideologi kepersisan harus terus digaungkan. Diantara pilar utamanya adalah komitmen kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah (ar-ruju’ ila al-Qur’an was-Sunnah), pelaksanaan amar ma’ruf nahi munkar, serta membangun kepemimpinan yang kokoh. “Inilah identitas kepersisan yang tidak boleh luntur. Kader Pemuda harus teguh berdiri di atas prinsip-prinsip tersebut,” tegasnya.
Nashrul juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran dan kesungguhan dalam berjam’iyyah. Ia mengingatkan bahwa waktu yang diminta organisasi sebenarnya tidak banyak, misalnya kajian rutin hanya sekitar lima jam per pekan. “Kalau sudah ada kesadaran, kita akan datang dengan sendirinya tanpa harus terus didorong. Jam’iyyah hanya mengambil sedikit waktu dari hidup kita, tapi manfaatnya besar untuk diri, umat, dan organisasi,” ujarnya.
Lebih jauh, Nashrul menguraikan lima syarat jiddiyah yang wajib dimiliki kader Pemuda Persis: responsif (al-istijabah al-fauriyah), kesungguhan yang kuat (al-azmul qowiy), ketabahan dan keuletan (al-mutsabarah), kemampuan mengerahkan seluruh potensi (taskhiru kullil imkanat), serta ketangguhan menghadapi hambatan hidup (mughalabatul ‘adzar). Menurutnya, kelima syarat ini adalah ciri kader militan yang siap menjaga amanah jam’iyyah di tengah berbagai tantangan.
Selain itu, Ketua PD juga menekankan bahwa Pemuda Persis tidak boleh sekadar menjadi objek, melainkan harus tampil sebagai pionir. Hal itu hanya bisa terwujud jika kader dibekali keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang berkualitas. “Proses pengkaderan harus ditempuh secara terstruktur melalui pendidikan dan pelatihan. Dari situlah akan lahir kader yang berintegritas, berkualitas, dan militan,” tambahnya.

Dalam tausiyahnya, Nashrul juga mengaitkan pesan QS. At-Taubah ayat 41–50 sebagai pedoman mentalitas kader. Ayat-ayat tersebut mengandung beberapa nilai penting:
- Kesiapan total untuk berjuang dalam kondisi lapang maupun sempit (ayat 41).
- Peringatan keras kepada orang yang enggan berjihad atau mencari alasan untuk tidak terlibat (ayat 42–45).
- Kesabaran dan keteguhan hati menghadapi ujian, tanpa terpengaruh oleh orang yang melemahkan semangat (ayat 46–47).
- Ketegasan sikap terhadap kemunafikan, agar perjuangan tidak terhambat oleh orang yang hanya mencari-cari alasan (ayat 48–49).
- Janji Allah berupa pahala besar bagi mereka yang ikhlas dan sungguh-sungguh dalam perjuangan (ayat 50).
“Nilai-nilai ini menunjukkan bahwa kader sejati adalah mereka yang siap berkontribusi kapan pun, tidak mencari alasan, tetap sabar dalam kesulitan, dan yakin bahwa setiap pengorbanan akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang besar,” jelas Nashrul.
Kegiatan kemudian ditutup dengan dialog terbuka antara PD dan PC. Para kader Bungursari menyampaikan kondisi cabang serta menyerap masukan dari PD untuk memperkuat program di masa mendatang. Acara berlangsung hangat dan penuh semangat, mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga soliditas dan melahirkan regenerasi Pemuda Persis yang lebih kuat.


