Ketua PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya: Indonesia Hadapi Neo-Jahiliyah, Kemerdekaan Perlu Disetting Ulang
Tasikmalaya – Ketua PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya, Nashrul Hidayatuloh, menyoroti kondisi Indonesia saat ini yang dinilainya tengah berada dalam fase neo-jahiliyah. Menurutnya, fenomena sosial dan politik yang berkembang menunjukkan bahwa yang kuat semakin berkuasa, sementara yang lemah tak ubahnya menjadi hamba sahaya di tanah air sendiri.
Dalam refleksi kemerdekaan, Nashrul mengingatkan kembali bagaimana momen bersejarah itu dahulu dipenuhi dengan suka cita, air mata haru, dan semangat mengenang jasa para pahlawan. Namun, kondisi saat ini justru dianggapnya mengarah pada masa kelam, bukan lagi karena penjajahan negara asing, melainkan karena tekanan kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
“Sekarang, kemerdekaan seakan hanya dinikmati segelintir pihak. Bukan kemerdekaan untuk rakyat, tetapi ‘merdeka’ untuk mereka yang berhasil menindas, meraup keuntungan, dan mempolitisasi kebijakan,” tegas Nashrul dalam rilisnya pada Sabtu (30/08).
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya melakukan penyegaran dalam tata kelola negara. “Negara ini perlu disetel ulang, dibersihkan dari karat beracun. Yang baik harus dipertahankan, sementara yang keparat harus dibuang,” ujarnya.
Ia berharap, langkah penyelamatan bangsa ini dapat membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik, sehingga di masa depan anak cucu dapat merasakan kehidupan yang aman, sehat, dan berkeadilan.

