Pemuda Didorong Berperan Menjawab Tantangan Zaman melalui Madrasah Siyasah
Dengan cita-cita menghadirkan nilai-nilai Islam yang dapat memberikan kemanfaatan bagi kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, gagasan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin ditempatkan sebagai orientasi kontribusi, yakni bagaimana nilai-nilai Islam dapat diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
TASIKMALAYA, September 2026 — Peran generasi muda dalam kehidupan publik menjadi salah satu gagasan yang mengemuka dalam penyelenggaraan Madrasah Siyasah PD Pemuda PERSIS Kota Tasikmalaya. Program tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi pemuda untuk memahami dinamika politik sekaligus menyiapkan diri menghadapi tantangan sesuai perkembangan zaman.
Pesan tersebut tercermin dalam gagasan bahwa generasi muda perlu mengambil peran di tengah berbagai persoalan masyarakat, bukan justru menjauh dari ruang publik.
“Hari ini waktunya pemuda berperan dan tidak baperan, bersiap menjawab tantangan yang sesuai zamannya,” ujar Ketua PW Pemuda PERSIS Jawa Barat, Ustaz Ilyas Rahman Ghani, S.Pd.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya sikap pemuda dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial dan politik. Keterlibatan generasi muda dipandang perlu disertai kesiapan untuk memahami persoalan secara utuh, sehingga peran yang dijalankan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi didasarkan pada pengetahuan dan pertimbangan yang matang.
Menjawab Stigma terhadap Politik
Madrasah Siyasah juga diharapkan menjadi ruang untuk membicarakan politik secara lebih terbuka dan proporsional. Selama ini, politik kerap dipandang secara negatif oleh sebagian masyarakat. Karena itu, pendidikan politik menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan politik dari sisi pengetahuan, tanggung jawab, etika, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami ingin mematahkan stigma bahwa berpolitik itu kurang baik,” lanjutnya.
Melalui Madrasah Siyasah, pemuda diajak melihat bahwa keterlibatan dalam kehidupan politik tidak hanya berkaitan dengan kontestasi kekuasaan. Politik juga bersentuhan dengan proses pengambilan keputusan, kebijakan publik, kepemimpinan, serta berbagai persoalan yang secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat.
Karena itu, pemahaman yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat menjadi bekal bagi kader ketika berhadapan dengan realitas sosial dan politik di tengah masyarakat.
Batu Loncatan Menghadirkan Kemanfaatan
Lebih jauh, Madrasah Siyasah diharapkan menjadi batu loncatan bagi pemuda untuk memperluas peran dan kontribusinya di ruang publik.
Harapan tersebut berkaitan dengan cita-cita menghadirkan nilai-nilai Islam yang dapat memberikan kemanfaatan bagi kehidupan masyarakat. Dalam konteks ini, gagasan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin ditempatkan sebagai orientasi kontribusi, yakni bagaimana nilai-nilai Islam dapat diwujudkan melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami berharap mudah-mudahan Madrasah Siyasah ini juga menjadi batu loncatan sehingga pemuda benar-benar mampu menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin dapat dirasakan oleh bangsa dan negara,” ungkapnya.
Dengan demikian, Madrasah Siyasah tidak hanya diarahkan sebagai ruang untuk memahami politik, tetapi juga sebagai bagian dari proses menyiapkan pemuda menghadapi tantangan zamannya. Berperan dengan ilmu, bersikap dengan adab, dan menjalankan amanah menjadi prinsip yang diharapkan menyertai keterlibatan pemuda dalam kehidupan bangsa dan negara. (UM)

