Wamen Dikdasmen Beri Penghargaan Peserta Teladan kepada Nashrul Hidayatuloh di TAFIQ 3
Depok — Ketua Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persatuan Islam (Persis) Kota Tasikmalaya Nashrul Hidayatuloh dinobatkan sebagai Peserta Teladan dalam kegiatan TAFIQ III (Tazwiidu Fityaanil Qur’an) yang diselenggarakan oleh PP Pemuda Persis pada Jumat–Ahad, 26–28 Desember 2025. TAFIQ III merupakan jenjang terakhir dalam sistem kaderisasi Pemuda Persis, yang dirancang untuk mematangkan kapasitas ideologis, intelektual, dan kepemimpinan kader.
Penghargaan tersebut diberikan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Atip Latipul Hayat, Ph.D, pada sesi penutupan kegiatan. Selain Peserta Teladan, panitia juga menetapkan Ami Halimi dari Kabupaten Bandung sebagai Peserta Terbaik, sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik, kedalaman analisis, serta konsistensi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Dalam keynote speech tersebut, Prof. Atip menegaskan kembali jati diri Persis sebagai gerakan Islam. Merujuk pada pemikiran A. Hasan, ia menjelaskan bahwa Persis harus dipahami sebagai harakah, yakni gerakan dakwah dan tajdid yang aktif serta responsif terhadap persoalan umat. Sementara itu, merujuk pemikiran KH. Zamzam dan M. Yunus, Persis juga ditegaskan sebagai jam’iyyah, organisasi yang memiliki struktur, sistem, dan kesinambungan perjuangan.
Lebih lanjut, Prof. Atip secara eksplisit menekankan bahwa Pemuda Persis harus memiliki karakter Qur’ani sebagai fondasi utama perjuangan. Karakter Qur’ani tersebut, menurutnya, harus ditopang oleh keilmuan yang kuat, sehingga kader Pemuda Persis tidak hanya indah dalam membaca Al-Qur’an, tetapi juga mendalam dalam memahami dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan.
Ia juga menegaskan bahwa ciri khas Pemuda Persis adalah tradisi diskusi yang kritis dan mendalam. Diskusi harus menjadi instrumen utama dalam membentuk nalar ilmiah, memperdalam ideologi, serta menumbuhkan sikap keislaman dan kebangsaan yang bertanggung jawab.
Melalui TAFIQ III (Tazwiidu Fityaanil Qur’an) 2025 sebagai jenjang akhir kaderisasi, PP Pemuda Persis menegaskan komitmennya untuk melahirkan kader-kader pemimpin yang Qur’ani, berilmu, berkarakter, dan siap mengemban amanah dakwah serta kebangsaan.

