Program “Kampung Bersama” Diluncurkan di Tasikmalaya: Mewujudkan Lingkungan Berkah, Sehat, Aman, dan Berdaya
Tasikmalaya — Persatuan Islam (Persis) Kota Tasikmalaya melalui kolaborasi berbagai elemen organisasi dan masyarakat meluncurkan program inovatif bertajuk “Kampung Bersama: Berkah, Sehat, Aman, dan Berdaya”. Program ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan, kesehatan, dan kesiapsiagaan bencana yang dimulai Agustus 2025 hingga Februari 2026 di wilayah RW 09, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.
Program ini lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan lingkungan dan sosial, mulai dari limbah plastik, pencemaran sungai, kesulitan akses air bersih, hingga masalah kesehatan masyarakat. Selain itu, ancaman bencana alam seperti kekeringan, banjir, dan longsor menjadi tantangan nyata yang perlu segera diantisipasi.
Melalui Kampung Bersama, masyarakat akan diberdayakan dalam lima sektor utama: perikanan, pertanian, kesehatan, pengelolaan sampah, serta kesiapsiagaan bencana. Program ini didukung oleh LAZ Persis yang melibatkan PD Pemuda Persis, PD Persistri, PD Pemudi, SIGAB Persis, Brigade Persis, PJ Gunung Tanjung, hingga pesantren lokal. Tidak hanya itu, partisipasi aktif warga dan dukungan lembaga pemerintahan juga menjadi bagian penting dari konsep pentahelix dalam pembangunan berkelanjutan.
Di sektor perikanan, masyarakat akan mengembangkan budidaya ikan nila dan lele sebagai sumber gizi sekaligus tambahan penghasilan. Pada bidang pertanian, konsep family garden akan diterapkan untuk mendorong kemandirian pangan keluarga serta mencegah stunting. Sementara itu, pada aspek kesehatan, fokus diarahkan pada edukasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), penanganan stunting, serta promosi pola hidup sehat.
Pengelolaan sampah pun menjadi perhatian dengan penerapan konsep Zero Waste (5R: Reduce, Reuse, Recycle, Rot, Refuse), yang diharapkan mampu menekan pencemaran lingkungan dan memberi manfaat ekonomi bagi warga. Tak kalah penting, program kesiapsiagaan bencana akan meliputi edukasi, simulasi, penanaman pohon penahan longsor, hingga penyediaan rambu jalur evakuasi.
“Kampung Bersama diharapkan menjadi model kampung yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. Bukan hanya untuk masyarakat Persis, tetapi juga untuk seluruh warga sebagai wujud nyata kolaborasi umat dalam menghadapi tantangan zaman,” ungkap Bambang Fitrah Rajil Falah sebagai perwakilan tim perancang program dari LAZ Persis pada Kamis (04/09) di Gunung Tanjung.
Dengan integrasi berbagai potensi lokal, Kampung Bersama tidak hanya menjadi solusi lingkungan dan sosial, tetapi juga simbol sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan kampung yang berkah, sehat, aman, dan berdaya.

