Teater Layar Santri PPI 67 Benda Pentaskan "Taqlid", Hadirkan Dakwah Melalui Seni Pertunjukan

Teater Layar Santri PPI 67 Benda Pentaskan “Taqlid”, Hadirkan Dakwah Melalui Seni Pertunjukan

Last Updated: 20 Juni 2026By Daily Views: 1Total Views: 487


TasikNews.com
– Pesantren Persatuan Islam (PPI) 67 Benda kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kreativitas santri melalui pementasan teater bertajuk “Taqlid” yang dipersembahkan oleh Teater Layar Santri. Pementasan tersebut digelar pada 10 Juni 2026 di Gedung Serbaguna Aminullah PPI 67 Benda sebagai bagian dari rangkaian Haflah Imtihan dan Pekan Amal (HIPA) 2026 yang diselenggarakan oleh Rijalul Ghad (RG) dan Ummahatul Ghad (UG) PPI 67 Benda, Kota Tasikmalaya.

Pementasan “Taqlid” menjadi wujud ekspresi seni santri yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga mengandung pesan dakwah dan refleksi sosial-keagamaan. Melalui alur cerita yang disajikan, teater ini mengangkat fenomena keberagamaan di masyarakat yang kerap dijalankan secara ikut-ikutan (taqlid) tanpa didasari pemahaman yang memadai. Pesan utama yang ingin disampaikan ialah pentingnya membangun kehidupan beragama yang berlandaskan ilmu, pemahaman, dan kesadaran.

Teater Layar Santri PPI 67 Benda Pentaskan "Taqlid", Hadirkan Dakwah Melalui Seni Pertunjukan

Pembina Teater Layar Santri, M. Nurdin Zulfiqri, mengatakan bahwa pementasan tersebut merupakan bentuk inovasi santri dalam mengembangkan metode dakwah yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, dakwah tidak hanya dapat dilakukan melalui ceramah di atas mimbar, tetapi juga melalui media seni yang mampu menjangkau masyarakat dengan pendekatan yang lebih humanis.

“Hadirnya pementasan teater Taqlid merupakan perwujudan inovasi dan kreativitas santri dalam mengembangkan dakwah di lingkungan Persatuan Islam. Dakwah tidak lagi hanya disampaikan dari atas mimbar, tetapi juga melalui aktivitas kreatif di bidang seni,” ujarnya.

Teater Layar Santri PPI 67 Benda Pentaskan "Taqlid", Hadirkan Dakwah Melalui Seni Pertunjukan

Ia menambahkan bahwa seni teater memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman secara lebih menyentuh karena mampu membangun kedekatan emosional dengan penonton. Dengan demikian, nilai-nilai yang ingin disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan dihayati.

Sementara itu, Ketua Umum Teater Layar Santri, Zhafir Ghazy, menuturkan bahwa padatnya aktivitas pendidikan di lingkungan pesantren tidak menjadi hambatan bagi para santri untuk terus berkarya. Sebaliknya, kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk menghadirkan karya-karya yang sarat makna dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Di balik padatnya kegiatan di pesantren, santri yang tergabung dalam ekstrakurikuler Teater Layar Santri tidak pernah kehilangan semangat untuk berdakwah melalui karya teater,” katanya.

Teater Layar Santri PPI 67 Benda Pentaskan "Taqlid", Hadirkan Dakwah Melalui Seni Pertunjukan

Menurutnya, pementasan “Taqlid” bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para santri dalam mengasah kreativitas, membangun kerja sama, melatih kemampuan komunikasi, serta memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai keislaman melalui media yang kontekstual.

Melalui pementasan ini, PPI 67 Benda menegaskan bahwa seni dapat menjadi salah satu instrumen dakwah yang efektif. Ketika dipadukan dengan nilai-nilai Islam dan semangat kreativitas santri, seni pertunjukan mampu menghadirkan dakwah yang edukatif, inspiratif, sekaligus dekat dengan realitas kehidupan masyarakat.

Teater Layar Santri PPI 67 Benda Pentaskan "Taqlid", Hadirkan Dakwah Melalui Seni Pertunjukan

Bagikan Informasi ini ke Platform Anda!

Leave A Comment