https://www.antaranews.com/

SIGAB Persis Turun ke Gua Pangandaran: Evakuasi Pemburu Kelelawar yang Tewas di Kedalaman

Last Updated: 8 November 2025By Daily Views: 3Total Views: 362


Pangandaran —
Satuan Siaga Bencana (SIGAB) Persatuan Islam (Persis) turut berperan aktif dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di kawasan Gua Lalay, Jojogan, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, sejak Rabu (5/11/2025).

Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI, Polri, Tagana, Tasikmalaya Caving Community (TCC), Caves Society, SIGAB Persis, serta sejumlah relawan lainnya. Salah satu relawan SIGAB Persis, Bambang Fitrah, ikut bergabung bersama Tim TCC dalam proses pencarian di dalam gua yang memiliki medan sangat ekstrem.

Setelah dua hari upaya pencarian tanpa henti, pada Jumat (7/11/2025) pukul 11.25 WIB, tim gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, sekitar 200 meter dari entrance Gua Jojogan.

BACA JUGA: World Cleanup Day 2025 Tasikmalaya Libatkan Puluhan Komunitas Pecinta Lingkungan

Medan gua yang berair, licin, dan vertikal membuat proses evakuasi berjalan penuh tantangan. Selain membantu evakuasi, tim relawan caving juga melakukan pemetaan gua (cave mapping) untuk mendukung kelengkapan data operasi SAR.

“Medannya sangat sulit, licin, dan minim cahaya. Namun berkat kerja sama semua tim, evakuasi berhasil dilakukan dengan aman. Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban,” ujar Bambang Fitrah, anggota SIGAB Persis yang tergabung dalam Tim Tasikmalaya Caving Community (TCC).

Operasi di Gua Lalay ini termasuk dalam kategori “cave rescue”, yaitu penyelamatan di area gua yang merupakan operasi sangat terspesialisasi. Proses ini dilakukan untuk mengevakuasi korban dari lingkungan gua yang ekstrem — gelap, lembab, berair, dan sempit — sehingga membutuhkan teknik khusus dari disiplin penyelamatan ruang terbatas (confined space rescue).

BACA JUGA: Edukasi Mitigasi Bencana Digelar di RW 09 Gunung Tanjung

Kegiatan ini merupakan perpaduan antara berbagai keahlian seperti tali-temali, pendakian gunung, dan eksplorasi bawah tanah, yang hanya dapat dilakukan oleh eksplorer gua berpengalaman. Operasi seperti ini jarang terjadi, namun menuntut koordinasi lintas lembaga dan profesionalisme tinggi di lapangan.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menuju RSUD Pandega Pangandaran untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Keterlibatan SIGAB Persis dalam operasi ini menjadi bukti nyata komitmen organisasi dalam pengabdian kemanusiaan, sekaligus memperkuat kerja sama antara lembaga SAR, komunitas caving, dan relawan lintas daerah dalam menghadapi kondisi darurat di medan ekstrem.

Bagikan Informasi ini ke Platform Anda!

Leave A Comment