PPI 87 Pangatikan Resmi Membuka Pekan Olahraga Antar Kelas (PORAK)
Garut, 13 Desember 2025 — Pesantren Persatuan Islam (PPI) 87 Pangatikan secara resmi membuka kegiatan Pekan Olahraga Antar Kelas (PORAK) sebagai bagian dari upaya pembinaan santri yang seimbang antara kekuatan fisik, kecerdasan nalar, dan kematangan akhlak. Kegiatan ini menjadi agenda penting dalam menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat sekaligus mempererat ukhuwah di lingkungan pesantren.
Acara pembukaan PORAK berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Seluruh santri dari berbagai kelas mengikuti kegiatan ini dengan semangat yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan panitia, jajaran Tasykil RG–UG, serta Mudir ‘Am yang menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas, disiplin, dan adab santri selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Ketua Panitia, Muhammad Fauzan Muliyaman, dalam sambutannya menegaskan bahwa PORAK tidak semata-mata berorientasi pada hasil pertandingan. “PORAK bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi merupakan ruang pembelajaran karakter. Di sini santri belajar bahwa sportivitas, kejujuran, dan pengendalian diri adalah nilai yang tidak boleh kalah dari skor pertandingan,” ujarnya.
PORAK tahun ini menghadirkan berbagai cabang olahraga yang dirancang untuk melibatkan seluruh santri secara aktif. Setiap pertandingan disusun dengan aturan yang jelas serta pengawasan yang ketat agar kompetisi berjalan adil dan kondusif. Hal ini juga disampaikan oleh Ketua RG–UG yang mewakili jajaran Tasykil, bahwa lapangan olahraga diharapkan menjadi ruang edukasi. “Setiap pertandingan tidak hanya menguji fisik, tetapi juga melatih nalar, emosi, dan adab santri dalam menghadapi kompetisi,” jelasnya.
Dalam taujih dan sambutannya, Mudir ‘Am PPI 87 Pangatikan turut menitipkan pesan dan amanah kepada seluruh santri. “PORAK di PPI 87 Pangatikan merupakan respons atas tantangan kompetisi yang kerap kehilangan etika. Santri harus menunjukkan bahwa prestasi dapat berjalan seiring dengan sikap santun dan tanggung jawab,” tuturnya.
Melalui kegiatan PORAK, santri tidak hanya diuji kemampuan jasmaninya, tetapi juga dilatih untuk menjaga sikap, menghormati lawan, serta menaati aturan yang berlaku. Nilai-nilai tersebut diharapkan tertanam kuat dan terbawa dalam kehidupan santri, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat.
Dengan dibukanya Pekan Olahraga Antar Kelas ini, seluruh santri PPI 87 Pangatikan diharapkan dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi persaudaraan, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana pembelajaran dan perbaikan diri. PORAK menjadi bukti bahwa olahraga dapat menjadi media efektif dalam membentuk santri yang sehat, berkarakter, dan berakhlak mulia.

