Talk Show Pelajar Persis: Refleksi Peran Pelajar Menuju Dua Abad Persatuan Islam
Tasikmalaya — Ikatan Pelajar Persis (IPP) Kota Tasikmalaya menggelar Talk Show Pelajar Persis 2025 pada Jumat, 12 September 2025, bertempat di Aula Persis Center. Mengusung tema “Refleksi Menuju 2 Abad Persatuan Islam: Bagaimana Dengan Kabar Pelajar Persis Hari Ini?”, acara ini dihadiri oleh ratusan pelajar Persis dari berbagai sekolah, di antaranya PPI 07 Cempakawarna, PPI 67 Benda, PPI 91 Bantargedang, MA Ilmu Dakwah Daarunnahlah, SMKN 4 Tasikmalaya, SMAN 1 Sindangkasih, dan sekolah lainnya.
Dalam laporan Ketua Pelaksana, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat identitas keislaman di kalangan pelajar Persis, menumbuhkan semangat intelektual, sekaligus merefleksikan kontribusi pelajar Persis menjelang dua abad Jam’iyyah Persatuan Islam.
Acara inti berupa talk show dipandu oleh moderator Zidni Fi Zhilali Robbi dengan menghadirkan tiga narasumber: H. Irfan Firman (Wakil Ketua PD Persis Kota Tasikmalaya), Nashrul Hidayatuloh (Ketua PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya), dan Sayyid Shalahuddin (Ketua PD HIMA Persis Tasikmalaya Raya).
Dalam pemaparannya, Ustadz Irfan Firman menegaskan pentingnya peran pelajar Persis dalam menjaga keberlangsungan Jam’iyyah. Ia mengingatkan bahwa Persis berbeda dari ormas lain karena memiliki visi dan misi dakwah yang khas. “Pelajar Persis adalah generasi penerus yang harus menyeimbangkan ilmu umum dengan ilmu agama. Jangan tinggalkan kitab, ilmu alat, dan nahwu, sebab itu modal utama kader Persis,” ujarnya.
Ia menambahkan, Persis memiliki jejak historis dalam kemerdekaan RI melalui tokoh-tokoh besar seperti Mohammad Natsir dan A. Hassan. Dengan semangat persatuan, katanya, pelajar harus tetap fokus pada tugas utamanya: belajar.
Ketua PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya, Nashrul Hidayatuloh, menyoroti pentingnya inovasi dakwah. Ia menyebut Persis sejak awal lahir dari para muharrikat, orang-orang yang memikirkan sekaligus menggerakkan. Meski kecil secara jumlah, Persis kuat dalam dakwah sebagaimana ditegaskan dalam Manifesto Perjuangan Isa Ansori.
Ia menekankan bahwa pelajar adalah sasaran utama penyelewengan pemikiran, sehingga IPP harus hadir sebagai benteng dakwah di lingkungan sekolah. “Pelajar Persis harus mampu masuk ke berbagai bidang, termasuk dakwah digital, agar pesan-pesan Jam’iyyah lebih luas tersebar,” jelasnya.
Nashrul juga menekankan konsep jiddiyah (kesungguhan), yang meliputi sikap responsif, tekad kuat, ketabahan, serta keberanian mengembangkan potensi. Menurutnya, IPP harus fokus membentuk kader berkualitas yang memberi dampak besar bagi Jam’iyyah.
Sementara itu, Ketua PD HIMA Persis Tasikmalaya Raya, Sayyid Shalahuddin, mengajak pelajar untuk melek terhadap situasi zaman dan tidak mudah terpengaruh oleh arus hoaks. Ia menekankan pentingnya memposisikan diri sesuai ruang gerak Jam’iyyah, Jamaah, dan Al-Jama’ah.
“Ilmu itu harus meningkatkan kualitas amal. Kajian yang dihadirkan pelajar Persis harus terverifikasi, bukan sekadar ramai. Revolusi adalah memperbaiki kesalahan hari ini untuk hari esok,” ungkapnya.
Menutup acara, Ketua PD IPP Kota Tasikmalaya, Mahesa Karan, menegaskan bahwa IPP hadir untuk mengatasi krisis identitas di kalangan pelajar dengan memperbanyak kajian literasi. “Semoga refleksi pelajar Persis ini membuat pimpinan daerah lebih jelas dalam khittah geraknya, dan kader IPP semakin kental ghiroh berorganisasi serta berjuang di Jam’iyyah Persis,” ujarnya.
Dengan berlangsungnya talk show ini, IPP Kota Tasikmalaya berharap pelajar Persis tidak hanya menjadi penikmat pendidikan, tetapi juga tampil sebagai kader yang kritis, religius, inovatif, dan siap mengemban estafet perjuangan menuju dua abad Persatuan Islam.


Keren ikatan pelajar persis
[…] BACA JUGA: Talk Show Pelajar Persis: Refleksi Peran Pelajar Menuju Dua Abad Persatuan Islam […]