Relawan Tasikmalaya Susuri Sungai Tamiang dengan Perahu Demi Salurkan Bantuan ke Pedalaman Aceh Terisolasi

Relawan Tasikmalaya Susuri Sungai Tamiang dengan Perahu Demi Salurkan Bantuan ke Pedalaman Aceh Terisolasi

Last Updated: 19 Desember 2025By Daily Views: 3Total Views: 398


Aceh Timur – Aceh Tamiang
— Setelah tim mendirikan Posko Utama Persis Peduli di wilayah Sumatera sebagai pusat koordinasi dan pendistribusian bantuan, Tim Relawan Kemanusiaan dari Tasikmalaya dengan dukungan LAZ Persis, melanjutkan misi kemanusiaan ke wilayah pedalaman Aceh.

Pada Rabu, 18 Desember, relawan menempuh perjalanan berat menyusuri Sungai Tamiang menggunakan perahu sederhana untuk menjangkau Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, wilayah yang hingga kini masih terisolasi akibat putusnya jembatan penghubung.

Akses menuju Batu Sumbang hanya dapat dilalui melalui jalur sungai. Jalur darat tidak dapat digunakan, sementara kondisi di lokasi masih sangat terbatas. Listrik belum menyala dan jaringan sinyal telepon seluler masih sulit dijangkau, sehingga koordinasi lapangan dilakukan dengan keterbatasan komunikasi.

Dalam pendistribusian bantuan, relawan menggunakan dua unit perahu untuk mengangkut obat-obatan serta kebutuhan dasar mendesak menuju titik-titik yang sebelumnya belum tersentuh bantuan. Seluruh distribusi dilakukan dengan pendampingan relawan guna memastikan bantuan sampai secara tepat sasaran.

Perjalanan menyusuri sungai tidak lepas dari berbagai risiko. Selain arus sungai yang deras dan potensi luapan air saat hujan, relawan juga harus waspada terhadap binatang buas seperti buaya yang diketahui masih berada di sepanjang aliran Sungai Tamiang. Meski demikian, seluruh tim tetap melanjutkan misi kemanusiaan dengan penuh kehati-hatian.

Satu kali perjalanan perahu memakan waktu sekitar lima jam, sehingga untuk perjalanan pulang-pergi diperlukan waktu hingga sepuluh jam. Kondisi tersebut menuntut ketahanan fisik dan mental para relawan dalam menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah dengan keterbatasan akses.

Selain menjangkau wilayah pedalaman Aceh Timur, penyaluran bantuan juga dilakukan di Posko Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Di posko tersebut, bantuan kemanusiaan akhirnya diterima langsung oleh para penyintas bencana. Di balik setiap paket bantuan yang disalurkan, terselip kepedulian, doa, dan ikhtiar dari banyak pihak yang peduli terhadap kondisi masyarakat terdampak.

Seperti yang diketahui, Ekspedisi Kemanusiaan ini melibatkan lintas unsur Persis dan relawan umum. Dari unsur LAZ Persis, relawan yang ditugaskan adalah Bambang Fitrah R.F., Tedi Setiadi, dan Andi Abdul Wahid, yang berperan dalam pendampingan distribusi bantuan logistik, pengawalan amanah donasi, serta koordinasi penyaluran bantuan dengan pihak terkait di lokasi bencana.

Selain itu, ekspedisi ini juga melibatkan Irpan Ridwan dan Pathan Dinul Huda dari SIGAB Persis, Nashrul Hidayatullah dan Fakhri Saeful Amin dari Pemuda Persis, M. Farhan Akbari dari Brigade Persis, serta relawan umum Muhammad Shidiqin dan Ismail Muttaqin. Seluruh relawan menjalankan tugas kemanusiaan selama masa ekspedisi berlangsung.

Melalui perjalanan panjang menyusuri Sungai Tamiang dan distribusi bantuan ke wilayah yang masih terisolasi, misi kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi penguat langkah, penenang hati, serta membawa harapan di tengah proses pemulihan masyarakat Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Bagikan Informasi ini ke Platform Anda!

Leave A Comment