Pemuda Persis Resmikan Pimpinan Jama’ah Leuwidahu, Fokus Makmurkan Masjid di Wilayah Indihiang
TasikNews.com — Upaya penguatan struktur organisasi di tingkat akar rumput kembali dilakukan Pemuda Persatuan Islam (Pemuda Persis) Kota Tasikmalaya. Pada Kamis (11/12/2025), Pimpinan Daerah Pemuda Persis resmi mengesahkan Pimpinan Jama’ah (PJ) Pemuda Persis Leuwidahu melalui SK Nomor 06/I.21/B.1-C.1/XII/2025.
Pengesahan tersebut dibacakan langsung oleh Bidang Kejam’iyyahan PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya, Lhutvi Basyori, dalam agenda Musyawarah Pembentukan PJ yang berlangsung di DTA Persis Sabilunnajah, Cidoyang, Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, mulai pukul 21.00 WIB.
Ketua PC Pemuda Persis Indihiang, Duloh Abdul Rohman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan PJ Leuwidahu bukan hanya memperluas struktur organisasi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menghidupkan kembali kegiatan keumatan di tingkat jama’ah.

“Pengurus PJ yang baru ini nantinya akan fokus untuk memakmurkan masjid-masjid di wilayah Indihiang, khususnya di Leuwidahu. Kami berharap keberadaan PJ ini menjadi motor penggerak kegiatan dakwah, pembinaan, dan pemberdayaan jama’ah,” ujar Duloh dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa masjid sebagai pusat aktivitas umat harus menjadi ruang pembinaan kader, tempat tumbuhnya kegiatan keilmuan, serta pusat penguatan sosial masyarakat. Karena itu, PC Pemuda Persis Indihiang menyambut baik hadirnya PJ Leuwidahu sebagai mitra strategis dalam menguatkan peran masjid di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ketua PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya, Nashrul Hidayatuloh, menyampaikan bahwa keberadaan PJ merupakan unsur paling mendasar dalam kesinambungan perjuangan organisasi.
“Regenerasi kader sebagai durrīyat thayyibah tidak akan terwujud tanpa adanya Pimpinan Jama’ah. PP, PW, PD, hingga PC tidak akan ada jika tidak dimulai dari PJ. Karena itu, pembentukan PJ adalah langkah sangat penting,” tegas Nashrul.
Ia menegaskan bahwa PJ menjadi ruang paling awal tempat lahirnya kader, tempat ditempanya militansi, serta tempat berjalannya dakwah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Nashrul juga mengatakan bahwa Pimpinan Daerah menegaskan bahwa pembentukan PJ Leuwidahu merupakan kebutuhan strategis menghadapi tantangan dakwah yang semakin kompleks, sekaligus memperkuat perangkat kepemimpinan di tingkat kelurahan.

“Pimpinan Jama’ah adalah ujung tombak perjuangan Pemuda Persis. Penguatan struktur di tingkat bawah diperlukan agar jihad jam’iyyah berjalan optimal,” demikian salah satu poin sambutannya.
Dengan resmi berdirinya PJ Pemuda Persis Leuwidahu, jaringan kepemimpinan Pemuda Persis di Indihiang kini semakin solid. Struktur baru ini diharapkan mampu menghadirkan gerakan dakwah yang lebih terarah, program kepemudaan yang lebih kuat, serta kontribusi nyata bagi masyarakat melalui aktivasi masjid-masjid di wilayah Indihiang dan sekitarnya.

