Ketua PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Tekankan 10 Konsekuensi Bai’at

Ketua PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya Tekankan 10 Konsekuensi Bai’at

Last Updated: 13 Agustus 2025By Daily Views: 8Total Views: 497

Tasikmalaya, Agustus 2025 – Ketua Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persatuan Islam (Persis) Kota Tasikmalaya, Nashrul Hidayatullah, menegaskan bahwa bai’at bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan ikatan janji yang membawa konsekuensi besar di hadapan Allah SWT. Pesan tersebut ia sampaikan saat membuka Musyawarah Kerja Daerah I (MUSKERDA I) masa jihad 2025–2028 di Aula Persis Center, Ahad (10/08) kemarin.

Dalam sambutannya, Nashrul menguraikan 10 rukun bai’at yang harus menjadi pedoman moral, spiritual, dan strategis bagi seluruh kader Pemuda Persis. Pertama, Al-Fahmu atau pemahaman yang benar terhadap fikrah Islamiyyah sebagai landasan perjuangan. Kedua, Al-Ikhlas, yaitu menjaga ketulusan niat semata-mata karena Allah, tanpa mengharap imbalan duniawi. Ketiga, Al-Amal, yang berarti melaksanakan amal nyata untuk memperbaiki diri, membina keluarga, membimbing masyarakat, dan menegakkan syariat Islam. Keempat, Al-Jihad, yakni berjuang di jalan Allah secara berkesinambungan dengan harta, jiwa, dan waktu. Kelima, At-Tadhiyyah, kesediaan berkorban demi kejayaan Islam, termasuk pengorbanan harta, tenaga, waktu, bahkan nyawa.

Prinsip keenam adalah At-Ta’ah, yaitu ketaatan penuh kepada pimpinan selama tidak bertentangan dengan syariat. Ketujuh, At-Tsabat, keteguhan pendirian dalam menghadapi cobaan dan tantangan. Kedelapan, At-Tajarrud, totalitas dalam perjuangan dengan membersihkan diri dari kepentingan pribadi atau pengaruh negatif. Kesembilan, Al-Ukhuwwah, membangun persaudaraan yang kokoh, saling menghormati, dan mendukung antar kader. Terakhir, At-Tsiqah, yaitu kepercayaan penuh kepada pimpinan dan sesama anggota demi menjaga kesatuan gerakan.

“Bai’at adalah komitmen yang mengikat kita pada visi dan misi organisasi. Jika diabaikan, berarti kita mengkhianati janji di hadapan Allah,” tegas Nashrul di hadapan para tasykil dan peserta MUSKERDA. Ia menekankan bahwa prinsip-prinsip ini harus menjadi ruh perjuangan Pemuda Persis, sehingga setiap program kerja yang dihasilkan bukan sekadar rencana di atas kertas, tetapi dapat dijalankan dengan kesungguhan.

MUSKERDA I menjadi forum penting bagi PD Pemuda Persis Kota Tasikmalaya untuk menyusun langkah strategis tiga tahun ke depan. Dengan mengusung tema “Meneguhkan Kader Rabbani, Berilmu, Berdaya, dan Siap Berjuang untuk Umat dan Bangsa”, Nashrul mengajak seluruh kader menginternalisasi nilai-nilai bai’at dalam setiap gerak langkah organisasi, baik di bidang dakwah, pendidikan, sosial, maupun pemberdayaan masyarakat.

Bagikan Informasi ini ke Platform Anda!

Leave A Comment