Uncategorized

Harga Cabai di beberapa Pasar di Tasikmalaya Mulai Naik

TASIKMALAYA – Kebutuhan pokok di Tasikmalaya sepertinya mengalami kenaikan. Meskipun nilai rupiah seperti yang di informasikan CNBC Indonesia mengalami penguatan, namun karena permintaan yang terus meningkat, sedangkan produksi yang dihasilkan petani mengalami penurunan. Hasil produksi yang mengalami kenaikan itu berada pada komoditas cabai.

Salah satu pedagang cikurubuk, Eti (49) mengatakan, jenis cabai yang naiknya paling tinggi adalah cabai rawit domba. Cabai yang biasanya dijual dengan kisaran Rp. 50 ribu per kilogram saat ini mencapai Rp. 80 ribu per kilogram. “Yang naiknya paling parah cabai domba. Pembeli juga jadi mengeluh,” tutur Eti, Senin (03/02/2020)

Menurut Eti, cabai rawit domba lebih banyak digunakan untuk bahan pengolah makanan atau jajanan seperti seblak, ayam geprek, atau olahan mie. Karena itu, pembeli umumnya membeli untuk diolah menjadi makanan dan dijual kembali.

Tak hanya cabai rawit domba yang mengalami kenaikan. Cabai merah yang biasa dijual dengan harga Rp.30-40 ribu juga mengalami kenaikan. sekitar Rp.50-60 ribu per kilogram.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya, Heru Saptaji menilai, kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok masih dalam taraf wajar. Apalagi, saat ini masih merupakan pergantian musim dari kemarau ke penghujan. Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tak perlu khawatir dalam menghadapi kenaikan harga yang terjadi.

“Kalau dalam keadaan tertentu, kalau musim hujan atau kering itu wajar. Tapi kalau ada anomali, kita perlu lakukan intervensi,” ujar dia.

Ia mengaku, timnya di lapangan juga sudah memantau kenaikan harga cabai yang mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir. Tim itu akan mencari tahu penyebab terjadinya kenaikan. Namun, jika diperlukan intervensi, pihaknya akan melakukan operasi pasar. “Sejauh ini kita lakukan pemantauan. Kita juga memperdalam pemicunya. Nanti kita tetapkan intervensi program apa dari TPID,” kata dia.

Pengembang : Fazar Diruswan

Comment here