Uncategorized

Anak Sekolah dari SD Manonjaya Tasikmalaya Tenggelam di Sungai Cikembang saat Jam Olahraga

Yayang Komalasari (47), menangis histeris dan terus berupaya membuka kain penutup jenazah anaknya, Aisah (12) yang ditemukan meninggal di Sungai Cikembang, Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (12/2) (picture by : Rangga Jatnika / Radartasikmalaya.com)

Tasikmalaya – Aisah (12) seorang siswi SD Inpres Cibeber Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya ditemukan meninggal dunia, setelah tenggelam ke sungai di dekat sekolahnya. Hal itu terjadi saat jam pelajaran olahraga yang tanpa pengawasan guru. Dia ditemukan sudah tidak bernyawa di Sungai Cikembang yang berjarak sekitar 500 meter dari sekolah.

Teman korban, Nisrina Abdillah (12), mengatakan sekitar pukul 10.00 ketika jadwal pelajaran olahraga. Korban mengajak dirinya dan siswa lain untuk berenang ke Sungai Cikembang. Saat itu, kata Nisrina ada sekitar 11 orang yang berenang termasuk Aisah. Tiba-tiba, ada siswi minta tolong karena tenggelam dan ditolong olehnya beserta teman-temannya. Akan tetapi yang tenggelam itu bukan Aisah, melainkan temannya yang lain.” Ada yang tenggelam, dan saya yang nolong,” terangnya.

Saat mereka hendak pulang, dia dan teman-temannya baru sadar bahwa Aisah tidak terlihat. Dia pun menyusuri sungai dan meminta tolong kepada warga yang saat itu sedang memancing.

“Tahu-tahu pas mau pulang, Aisah enggak ada,” ujarnya.
Para pelajar itu pun langsung mencari Aisyah di sekitar tempat mereka berenang. Mereka kemudian menanyakan kepada salah seorang warga yang sedang memancing ikan tersebut.

Mengingat anak itu hilang saat berenang, muncul kecurigaan Aisah tenggelam.

Lalu mereka meminta tolong kepada warga untuk melakukan pencarian. Akhirnya Aisah ditemukan sekitar 5 meter dari tempatnya berenang.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Aban Hasanudin menduga teman-teman korban tidak menyadari Aisah tenggelam. Sehingga tidak sadar bahwa jumlah mereka berkurang. “Dugaan saya yang tenggelam itu ada dua, tapi yang ketahuan hanya satu,” paparnya.

Kondisi air di lokasi kejadian, kata Aban, di permukaan cukup tenang. Akan tetapi di bawahnya terdapat sebuah pusaran air.

“Tempat korban tenggelam itu kedalamannya sekitar 2,5 meter dengan permukaan yang tenang,” katanya.

Ibu Aisah, Yayang Komalasari (47), tampak syok dengan kematian anak bungsunya itu. Di rumah duka pun dia terus menangis histeris dan berusaha membuka kain penutup jenazah untuk membangunkan anaknya. Namun kerabat-kerabat terus mencegah dan menenangkannya. “Buka, karunya eungapeun (buka, kasihan sesak. Red),” teriak sang ibu.

Plt Kepala SDN Inpres Cibeber, Tini Supartini mengakui bahwa saat kejadian tidak ada guru yang mengawasi. Guru olahraga yang seharusnya mengajar kelas VI tersebut sedang dipanggil mengikuti kegiatan di luar sekolah. “Tapi anak-anak sudah diarahkan untuk olahraga di lapangan dan dilarang ke sungai,” ungkapnya.

Sementara itu, dirinya sedang mengurus kegiatan perlombaan di Kecamatan Manonjaya bersama beberapa guru lainnya. Di sekolah, kata Tini, hanya ada sekitar empat orang guru yang tersisa. “Guru di tempat kami terbatas, PNS-nya hanya empat orang,” terangnya.

Tini mengungkapkan duka cita sedalam-dalamnya atas apa yang menimpa Aisah yang merupakan salah satu anak didiknya. Kejadian ini, sambung Tini, akan menjadi evaluasi pihak sekolah supaya lebih mengawasi anak-anak didik khususnya ketika jam pelajaran. “Tentu ini akan menjadi evaluasi untuk kami,” pungkasnya. – RGA

Pengembang : Fazar Diruswan / Tasiknews.com

Comment here